Kepsek SDN Jambu Kerap Kali Ajukan Bantuan Perbaikan Sekolah Tak Direspon Pemkab Serang, Ada Apa?

SERANG, SS - Kondisi SDN Jambu sangat memprihatinkan. Pasalnya sekolah dasar yang berlokasi di Kecamatan Tunjung Teja, Kabupaten Serang, Provinsi Banten atau tidak jauh dari pintu keluar masuk tol sekira 3 Km tersebut, memiliki halaman sekolah yang apabila terjadi musim kemarau kondisinya berdebu hingga mengakibatkan polusi udara dan apabila musim penghujan tiba kondisinyapun becek dan berlumpur, tentu dikhawatirkan berdampak kepada kesehatan dan fokus belajar kepada murid yang menempatinya.

Ahmad siswa kelas 5 mengungkapkan  ketidaknyamanannya dengan kondisi sekolah saat melakukan pembelajaran dan  musim kemarau datang. Karena kata dia, debu yang berterbangan bercampur pasir jika mengenai mata efeknya gatal bercampur perih dan  mengganggu pernapasan.

"Kalau kemaru datang anginnya kencang dan berdebu kadang kalau terkena mata suka gatel digisik matanya jadi perih terus batuk," katanya kepada awak media. Rabu,  (23/11/2022).

Hal senada dikatakan Intan Siswi Kelas 6,  menurutnya selain debu dan polusi saat musim kemarau di musim penghujan  halaman sekolah menjadi becek dan berlumpur apalagi kondisi atap bangunan sekolah juga bocor. 

"Sepatu kotor dan terkadang kena baju, saya jadi tidak fokus belajar," jelasnya.

Sementara Kepala Sekolah SDN Jambu, Asep Awaludin mengatakan bahwa pihaknya sudah berupaya mengajukan keadaan kondisi sekolah tersebut melalui Data Pokok Pendidikan (Dapodik) yang mana di situ tertera kondisi siswa dan keadaan sekolah yang sebenarnya, namun hingga kini belum ada regulasinya.

"Kalau hanya melakukan perbaikan di biaya perawatan sekolah itu saja tidak akan cukup,  biaya operasional sekolah yang ada saja belum bisa mengcover biaya-biaya tidak terduga lainnya," imbuhnya.

"Untuk itu, kami mohon Pemerintah bisa mencarikan solusinya, agar murid di SDN Jambu bisa nyaman saat belajar," harapnya. 

Disisi lain orang tua siswa, Gamu berharap kepada pemerintah khususnya Dinas Pendidikan Kabupaten Serang, Provinsi atau Kementerian Pendidikan bisa mencarikan solusi mengenai permasalahan yang ada ini.

"Agar anak kami bisa belajar dengan nyaman dan tenang saat menimba ilmu," ungkapnya.

Sebelum berita ini di terbitkan awak media masih mencoba mengkonfirmasi pihak-pihak terkait.

(Enggar) SS

Komentar

POSTINGAN POPULER

DR Tri Hayati Saksi Ahli Tegaskan SK Pencabutan Izin Usaha PT Pulomas Sentosa Cacat Yurisdis Dan Subtansi

Tingkatkan Kesadaran Hukum Bagi Para Prajurit, Korem 061/Sk Gelar Penyuluhan Hukum di Kota Bogor

Diduga Berkaitan Dengan Pencabulan Terhadap Penyandang Disabilitas Wartawan Rakyat Merdeka News Dikeroyok

Dua Karung Miras Berhasil Diamankan Satgas Pamtas RI-Malaysia di Jalur Tak Resmi, Kapuas Hulu