Wakasad Lepas 200 Prajurit TNI AD (Kontingen TNI AD) Untuk Latma Wirajaya Ausindo 2021 di Australia


JAKARTA, SS - Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad), Letjen TNI Bakti Agus Fadjari, melepas 200 Prajurit TNI AD yang tergabung dalam kontingen TNI AD untuk diberangkatkan ke Darwin Australia dalam rangka mengikuti Latihan Bersama (Latma) Wirajaya Ausindo 2021. 

Acara pelepasan 200 personel TNI AD yang berasal dari Yonif Mekanis Raider 413/Bremoro Kostrad dan perwakilan dari Kodam ini digelar di lantai dasar Gedung E Mabesad, Jumat (24/9/2021).

Dalam pengarahannya, Wakasad mengatakan bahwa prajurit TNI AD patut bersyukur. Sebab, terlepas dari kondisi pandemi Covid-19 yang berlangsung, di tahun 2020 dan 2021 prajurit TNI AD masih memiliki banyak peluang untuk latihan, baik di dalam maupun luar negeri, termasuk Latma Wirajaya Ausindo ini. 


“Dalam latihan nanti, sebagaimana penekanan Bapak Kasad, yang utama ialah menjaga hubungan persahabatan dan partnership antara prajurit kedua negara. Untuk itu, bagi rekan-rekan yang nanti akan menjadi duta negara, duta Angkatan Darat untuk berinteraksi, berlatih di Australia, tampilkan performance yang terbaik, baik dari tampilan fisik juga perilaku,” pesan Wakasad.

Latma Wirajaya Ausindo 2021 sedianya akan diikuti oleh 200 prajurit TNI AD dan 100 prajurit Angkatan Darat Australia (Royal Australian Army). Pelaksanaan latihan akan dimulai pada 26 September hingga 4 november 2021. Sebagai persiapan menghadapi latihan tersebut, 200 prajurit TNI AD telah mengikuti latihan pendahuluan selama satu minggu di Mayonif 413/Bremoro, Surakarta. 

(Pendi) SS

Komentar

POSTINGAN POPULER

DR Tri Hayati Saksi Ahli Tegaskan SK Pencabutan Izin Usaha PT Pulomas Sentosa Cacat Yurisdis Dan Subtansi

Tingkatkan Kesadaran Hukum Bagi Para Prajurit, Korem 061/Sk Gelar Penyuluhan Hukum di Kota Bogor

Diduga Berkaitan Dengan Pencabulan Terhadap Penyandang Disabilitas Wartawan Rakyat Merdeka News Dikeroyok

Dua Karung Miras Berhasil Diamankan Satgas Pamtas RI-Malaysia di Jalur Tak Resmi, Kapuas Hulu